Universitas Sari Mulia (UNISM) Banjarmasin, bekerja sama dengan LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Kampus Berdampak tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung secara luring dan daring pada Jumat, 2 Mei 2025, bertempat di Aula Kampus UNISM, Jalan Pramuka, Banjarmasin.
Festival ini merupakan bagian dari program nasional yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, yang bertujuan menjadikan perguruan tinggi tidak hanya sebagai penghasil lulusan berkualitas, tetapi juga sebagai pusat solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang ada di masyarakat.
Program Kampus Berdampak berfokus pada pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemajuan bersama. Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, dunia industri, dan masyarakat. Tujuannya adalah membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan dalam rangka menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Inisiatif ini juga merupakan kelanjutan dari program Kampus Merdeka, yang mendorong perguruan tinggi untuk menjadi agen perubahan aktif. Perguruan tinggi diharapkan mampu memecahkan masalah-masalah nyata melalui inovasi dan kreativitas mahasiswa, yang diwujudkan dalam bentuk karya nyata.
Dalam sambutannya, Rektor UNISM Banjarmasin, Dr. RR. Dwi Sogi Sri Redjeki, SKG., M.Pd., menegaskan komitmen UNISM dalam membangun kampus yang berdampak bagi masyarakat.
“Acara ini merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya dan komitmen kami di Universitas Sari Mulia, untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membangun kampus yang lebih baik dan berdampak,” ujarnya.
Ia juga berharap acara ini dapat memberikan inspirasi bagi seluruh pihak untuk terus mengembangkan kampus berdampak, khususnya di wilayah Kalimantan.
“Saya berharap, acara ini dapat menginspirasi kita semua untuk meningkatkan kampus berdampak yang ada di Indonesia, khususnya di Kalimantan, sebagai wadah berbagi ilmu pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide baru yang dapat membantu mencapai tujuan yang lebih besar,” harapnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, Dr. Drs. Muhammad Akbar, M.Si., dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya terhadap karya-karya mahasiswa yang ditampilkan dalam festival ini.
“Kami sangat berbangga dan berterima kasih, terutama kepada Rektor dan mahasiswa, yang telah menampilkan karya-karyanya untuk disampaikan kepada masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kampus kita benar-benar berdampak terhadap pembangunan di wilayah kita, dari berbagai disiplin ilmu,” sebutnya.
Sebagai bagian dari kegiatan, turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Sari Mulia Banjarmasin dan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. MoU ditandatangani langsung oleh Rektor UNISM, Dr. RR. Dwi Sogi Sri Redjeki, SKG., M.Pd., bersama PLT Kepala BPBAT Mandiangin, Samsul Bahwari, S.St.Pi., M.Sc.





